|
|
 |
 |
|
Monday, June 26, 2006
Nabila ... Buah Hatiku...
Nabila oh Nabila... sepertinya sungguh sangat menyenangkan dan membahagiakan melihat pertumbuhan Nabila dari hari ke hari. Kelucuan dan keluguan Nabila membuat Ina selalu tak tega untuk meninggalkan walau untuk sejenak *asal jangan rewel ajah hehe..*.
Nabila kini 9 bulan 27 hari, nyaris 10 bulan, tapi blm bisa jalan sendiri, walo dah suka titahan mulu, tp masih wajar kan. Sebab ada sepupu Ina yg sudah bisa jalan menjelang dia usia 10 bulan. Beda2 kali yaa, tp mudah2an bentar lagi.
Nabila suka ngoceh teyuus, kalo disuruh bilang Mama dia langsung bisa tiruin ma ma ma ma dan beberapa kata simple lainnya. tapi keknya Nabila masih binun. Kami membiasakan Nabila tuk panggil umi dan abi, berhubung susah, Bila baru bisa bilang kata2 yg berhuruf vokal a dan e serta o, kadang2 pernah i juga, tp u keknya masih jarang banget alias keluarnya ga disengaja. So waktu panggil Ina, Bila panggil " eh.. " *nah lho, ga sopan amat sih ma umi-nya hehe*, yah maklum ajah masih umur segitu. So kalo panggil abinya, kadang2 bilang abah, ato eh itu tadi hehe *perasaan smua orang dipanggil eh..*. Ya sudah gpp, paling ga Nabila mulai bisa diajak berkomunikasi walo dg kata2 dan isyarat yg sederhana. Yang bikin lucu adalah, Nabila suka nunjuk2 orang. Apalagi kalo sudah kenal pasti ada ekstra senyuman nya segala.
Nabila cepatlah besar ya nak, dan pintar serta solehah, nurut sama Umi dan Abi ...
Umi dan Abi sayang Nabila ...
Posted at 06:07 pm by naya_cute
Permalink
Monday, May 08, 2006
Alhamdulillah entry data dah seikat, jadi kerjaan dah kelar...
Hari ini insyaAlloh ina puasa... semoga tamat mpe buka deh, insyaAlloh...
Wah pagi ini d Bila mecahin gelas, hiks pecah lagi, pecah lagi... tadi agak demam kepalanya. Sama mbak tun dikasih bawang merah... sekarang jadi keringetan deh....
Hmm.. sekarang masih tanggal 8 yah.. tanggal 20 mo pulang ke jawa...:)..
Ststt... diem ajah yaa, mo ijin 3 hari sama boss, tapi nanti ajah bilangnya kalo dah masuk hehe... Wah jadi ga sabar deh...Kangen sama ibu... Kalo abi? tiap weekend juga ketemu... Tapi kangen juga... sayangnya abi da acara rapat kerja di Yogya, tapi cuma 2 hari koq.
Rencana 8 hari di jawa, ngapain ajah yaa..? Yg jelas silaturahim, mumpung bisa ketemu sodara-sodara...
Posted at 02:41 pm by naya_cute
Permalink
Friday, May 05, 2006
Sedang dalam Proses pembuatan dan perbaikan...

Wah nekat nih akhirnya bikin blog sendiri...:) Jadi maklum aja kalo berantakan... soale masih blajar... Adayg mo jd suhu?? please welcome... Ina mohon bimbingan...
Posted at 01:44 am by naya_cute
Permalink
Thursday, May 04, 2006

Uaaaah..ngantuuuq....
Dah jam 15.38.....
Today nothing special bgt..biasssa sa sa...
Rutinitas yg selalu dilalui...
But, alhamdulillah until now ina msh diberi kesempatan untuk menikmati dan merasakan hal2 yg terjadi....tak terkira nikmatnya....
Nikmat sehat... nikmat melakukan aktivitas... nikmat melihat... mendengar... nikmat hidup deh ....
Subhanalloh....wal hamdulillah....
Posted at 01:33 am by naya_cute
Permalink
Wednesday, May 03, 2006

"Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan istrinya memperhatikan suaminya," kata Nabi Saw menjelaskan,"maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan perhatian penuh rahmat. Manakala suaminya merengkuh telapak tangannya, maka berguguranlah dosa-dosa suami-istri itu dari sela-sela jari-jemarinya." (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi'dari Abu Sa'id Al-Khurzri r.a.)
Menikah itu indah. Sepertinya tidak akan ada kata yang cukup untuk menggambarkan sebuah pernikahan hingga seutuh-utuhnya karena hanya yang sudah melaluinya yang benar-benar dapat merasakannya. Menikah itu indah jika kita memilih untuk memakai kacamata syukur dalam melihatnya, sehingga yang terlihat adalah banyaknya kebaikan dan keindahan yang berbingkai prasangka baik dan kelurusan niat untuk patuh pada-Nya, hingga menikah seakan menurunkan surga ke dunia. Bukankah Rasulullah berkata,"Rumahku adalah surgaku"?
"Hidup memang terlalu indah untuk dijalani sendiri. Terlalu sayang untuk tidak berbagi.."
Tapi sayang, kadang kita lupa memakai kacamata yang tepat, sehingga begitu banyak kebaikan dan rahmat tidak dapat terlihat. Yang terlihat hanya kekurangan, kesengsaraan dan kesulitan karena bingkainya adalah prasangka buruk dan niat yang tidak jelas, hingga akhirnya yang disegerakan bukanlah surga melainkan neraka dunia.
Tapi neraka dunia belumlah neraka sesungguhnya. Selama nafas masih berhembus, masih ada waktu untuk mengupayakannya menjadi surga. Apalagi kalau sudah ada bidadari-bidadari kecil, anak-anak yang diamanahkan untuk melengkapi kebahagiaan, walau tanpa bidadari pun surga akan tetap menjadi surga.

Posted at 09:26 pm by naya_cute
Permalink

Nabi bersabda dalam sebuah hadits: "Kenalilah Allah saat kamu senang, niscaya Dia akan mengenalimu saat kamu sedang susah." (HR Ahmad, Tirmidzi, Hakim dan Baihaqi) Hadits ini merupakan petikan dari sebuah hadits panjang yang dikemukakan saat Ibnu Abbas membonceng di belakang Rasulullah SAW yang mengendarai keledainya. Beliau bersabda kepada Ibnu Abbas yang saat itu menjelang usia remaja dan belum memahami apa yang akan dilakuakn oleh Allah terhadap dirinya. Rasulullah pun menggunakan kesempatan yang baik lagi jarang ini (untuk mulai mendidik nya). Untuk itu, beliau bersabda: "Hai anak muda!" Ibnu Abbas menoleh dan mendengar apa yang akan disabdakan kepada dirinya dengan penuh perhatian lalu beliau bersabda: "Hai anak muda! sesungguhnya aku akan mengajarkan kepadamu beberapa pesan berikut: peliharalah Allah, niscay Dia akan memeliharamu; peliharalah Allah, niscaya engkau akan menjumpai-Nya dihadapanmu; kenalilah Allah saat senang, niscaya Dia akan mengenalimu saat kamu susah; apabila kamu meminta, mintalah kepada Allah; dan apabila kamu meminta pertolongan, mintalah kepada Allah. Ketahuilah bahwa seandainya suatu umat sepakat untuk memberi manfaat kepdamu dengan sesuatu, mereka tidak dapat memberikan manfaat kepadamu, kecuali dengan sesuatu yang telah ditaqdirkan oleh Allah atas dirimu. Seandainya mereka sepakat untuk menimpakan bahaya kepadamu, niscaya mereka tidak dapat menimpakan bahaya kepadamu, kecuali dengan sesuatu yang telah ditaqdirkan oleh Allah atas dirimu. Qalam telah diangkat dan lembaran telah kering." (HR Tirmidzi dengan sanad yang berpredikat shahih) Alangkah indahnya hadits ini! Alangkah besarnya wasiat ini! Alangkah agungnya pembicaraan ini! Kemarilah bersama dengan kami, wahai manusia, untuk mengamalkan seruan yang dianjurkan oleh Rasulullah saat beliau mengajarkan kepada mereka bagaimana mereka harus mengenal Allah saat senang agar Allah balas mengenal mereka saat mereka sedang susah, Ini merupakan sunnatullah pada makhluk-Nya yaitu bahwa barang siapa yang mengenal Allah pada waktu senang, Allah akan mengenalnya pada waktu susah. Hal inilah yang didambakan oleh orang-orang yang shalih, baik yang terdahulu maupun yang sekarang, juga para nabi dan orang-orang yang berada di bawah mereka tingkatannya, yaitu senantiasa memohon agar Allah memelihara mereka saat mereka dalam kesulitan. Ibrahim AS mengatakan sebagimana yang disitir oleh firman-Nya "dan yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahan-kesalahanku pada hari kiamat" (QS Asy-Syu'araa (26): 82) Saking berharapnya kepada rahmat Allah, Ibrahim lupa akan jerih payah dan pengorbanannya dan dia lupa kepada amal-amal sholih yang telah dilakukannya dan menganggap dirinya sebagai seorang yang berdosa: "dan yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahan-kesalahanku pada hari kiamat." (QS Asy-Syu'araa (26): 82) Ibrahim menjalani hidupnya dengan senang hati seraya memelihara Allah tetap dalam kalbunya saat-saat manusia berpaling dari-Nya. Dia senantiasa menghadapkan dirinya kepada Allah dengan mengesakan_Nya, cenderung pada agama yang hak lagi berserah diri, dan dia sama sekali bukan termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. Manusia bersujud menyembah berhala, sedang Ibrahim sujud menyembah Allah. Manusia bergantung kepada berhala-berhala, sedangkan Ibrahim hanya bergantung pada Allah. Manusia menyucikan khurafat, sedangkan Ibrahim menyucikan Allah. Mereka menyalakan api besar untuk membakar Ibrahim setelah dia masuk menemui Raja Namrudz yang pembohong lagi pendusta. Ibrahim mengatakan: "...Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan... " (QS Al Baqarah (2) : 258) Tiada yang dapat menghidupkan dan mematikan selain hanya Allah, tiada yang mengetahui apa yang terdapat di dalam rahim , kecuali hanya Allah; tiada yang mengetahui apa yang bakal diupayakan oleh seseorang besok pagi, kecuali hanya Allah; dan tiada yang mengetahui di bumi manakah seseorang akan mati selain dari Allah. Si pendusta (Namrudz) itu mengatakan dalam jawabannya sebagaimana yang disitir oleh firmanNya: "...Saya pun dapat memghidupkan dan mematikan..."(QS Al Baqarah (2) : 258) Ibrahim bertanya, "Bagaimana caranya? ". Raja Namrudz itu mengeluarkan dua tahanan lalu ia membebaskan salah seorang darinya dan mengatakan : "orang ini aku hidupkan," dan ia membunuh yang lainnya seraya berkata: "Dan yang ini aku matikan". Ibrahim tidak menyanggah ketololan ini, karena dia mengetahui bahwa hujjah berikutnya yang akan dilemparkan ke wajah lawannya adalah lebih keras daripada yang pertama dan lawannya pasti tidak akan dapat menyanggahnya. Sesungguhnya ulama ahli manthiq (logika) telah menasehatkan bahwa cara debat seperti yang akan dikemukakan oleh Ibrahim ini merupakan cara yang paling canggih untuk membungkam lawan debat. Ibrahim mengatakan sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya: "...Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari Timur, maka terbitkanlah dia dari Barat, lalu heran terdiamlah orang kafir itu dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim." (QS Al Baqarah (2) : 258) Mereka mengumpulkan kayu bakar untuk Ibrahim dan menyalakannya dengan apai sehingga menjadi besar. Selanjutnya mereka meletakkan Ibrahim pada ketapel raksasa dan menembakkannya agar jatuh ke tengah apai yang sedang berkobar itu, tanpa teman, tanpa sejawat, tanpa keluarga dan tanpa penolong kecuali hanya Allah. Maka eratkanlah pegangan tanganmu pada tali Allah yang akan melindungimu karena sesungguhnya tali Allah itu pengaman yang dapat dipercaya manakala semua pengaman tidak dapat diandalkan "Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat) yaitu hari yang tidak beguna bagi orang-orang yang zhalim permintaan maafnya dan bagi merekalah laknat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk." (QS Al Mukmin (40): 51-52) Ibnu Abbas mengatakan bahwa firman-Nya: "Cukuplah Allah sebagai penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung". (QS Ali Imran (3) : 173) Kalimat itulah yang diucapkan oleh Nabi Ibrahim ketika beliau dilemparkan kedalam api besar, maka Allah menyelamatkannya. Kalimat ini pula yang diucapkan Rasulullah ketika dikatakan kepadanya: "...Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kalian. Oleh karena itu, takutlah kepada mereka, maka perkataan itu malah menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, 'Cukuplah Allah sebagai penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung'. Mereka pun kembali dengan nikmat (pahala) dan karunia (yang besar) dari Allah. Mereka tidak tertimpa keburukan (musibah) dan mereka senantiasa mengikuti keridhaan Allah. Allah memiliki karunia yang amat besar." (QS Ali imran (3) : 173-174) Maka apakah kita mampu mengucapkan "Hasbunallah wa ni'mal wakill" ketika kita ditimpa oleh berbagai macam kesusahan dan kesulitan dan ketika kita melihat kedurhakaan, berbagai macam fitnah, dan kejadian mewabah di kalangan kita? Apakah kita mengatakan hal yang sama? Semua ini dimaksudkan agar kita kembali dengan membawa nikmat Allah dan karunia-Nya, dan kita tidak tersentuh oleh bencana apa pun. Nabi Ibrahim jatuh kedalam kobaran api, maka api menjadi dingin dan membawa keselamatan berkat karunia Allah, karena dia telah merealisasikan ajaran: "Kenalilah Allah saat kamu senang, niscaya Dia akan mengenalimu saat kamu sedang susah." Jadi, kenapa kita tidak pula merealisasikanya mulai sekarang? Semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan menjadikan cambuk bagi hati kita untuk lebih mengenal Allah SWT, amin.
Posted at 01:41 am by naya_cute
Permalink
Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka (QS AI-An 'am [6]: 90)

Bismillahirrahmanirrahim, Pujian-pujian sepatutnya hamba haturkan kepada Allah Azza wa Jalla, Zat yang tiada bandingannya. Nama-Nama-Nya yang begitu indah terhimpun dalam Sifat-Sifat-Nya yang agung, tinggi, dan terpuji. Ketika kecintaan dan hasrat selalu tertuju kepadaNya, pikiran dan akal senantiasa mengingat "pertemuan" agung dengan-Nya. Karena kekuasaan-Nya yang amat sempuma, para hamba pun mengabdikan diri kepada-Nya, dengan ibadah yang sempurna. Dialah Allah, dengan sifat-sifat ketuhanan yang puma (kamaliyyah). Dialah yang wajib disembah; Yang pemula dan azali (tanpa permulaan); Yang utama tanpa bantuan siapa pun; Yang kekal dan abadi tanpa batas akhir; Yang memiliki keutamaan berupa ampunan, kebaikan, kecukupan, dan perlindungan terhadap makhluk-Nya; Raja Yang Mahakuasa atas keberadaan semua makhluk; Penguasa Yang Mahabebas dalam melaksanakan segala urusan dengan diiringi hikmah; Yang Mahasuci dan Maha Menciptakan dari yang tiada; Yang Mahasuci-terpuji dan selalu dipuji hamba-hamba-Nya dengan berbagai bahasa; Maha Penyelamat. manusia yang bertobat; Yang lebih mengutamakan keselamatan orang-orang beriman yang mengerjakan amal saleh. Tempat bergantung bagi orang-orang yang tidak menyerupakan-Nya dengan sesuatu apa pun. Allah Taala Mahakaya dari perubahan dan intervensi apapun karena tidak terhimpun oleh apa pun. Dia Mahakuasa dan Maha Pengatur, yang menguasai langit dan bumi. Yang Maha Esa dan tiada tandingan dalam kerajaan dan perbuatan-Nya. Yang Maha satu dan tiada yang sebanding dalam Sifat-Sifat-Nya yang sempuma. Mahatunggal yang tiada menyamai dalam keagungan-Nya. Mahamulia yang selalu dipuji karena kesempurnaan Sifat-Sifat-Nya. Mahahidup yang senantiasa hidup. Maha Mengetahui yang tidak membutuhkan sarana apa pun untuk membuktikan ilmu-Nya yang kekal (qadfm). Maha Mengetahui isi hati orang beriman yang membenarkan eksistensi Zat-Nya dengan pengetahuannya. Maha Pemelihara yang dapat diketahui Wujud-Nya melalui bukti-bukti keesaan-Nya. Maha Mengetahui kejujuran orang-orang yangjujur (shiddiqun). Allah SWt. dapat menyaksikan apa pun yang tersembunyi dalam lipatan langit dan bumi, karena ilmu dan penglihatan-Nya menjangkau hal-hal yang nyata dan gaib. Dia Maha Mendengar tanpa alat pendengaran apa pun. Maha Melihat tanpa alat penglihatan apa pun. Mahawaspada detail sifat dan komposisi segala wujud dan bentuk. Tiada perbuatan manusia yang luput dari pengamatan-Nya. Mahadekat dengan orang-orang yang mencapai kesempurnaan ilmu-Nya untuk mengetahui rahasia-rahasia ciptaan-Nya. Maha Penjaga yang tak pernah lupa dan lalai. Maha Penjaga siapa pun yang dikehendaki-Nya. Dengan kekuasaan-Nya yang kekal, Dia menciptakan orang-orang mulia dan terhormat. Mahakuasa, Maha Menguasai, Mahakuat, Mahaperkasa, dan Maha Mengalahkan. Allah Tabaraka wa Ta'ala Maha awal dan Maha akhir. Dia menebarkan rahmat dan hikmah pada semesta alam. Dialah yang memberikan segala kebaikan dan keburukan, manfaat dan bahaya, keimanan dan kekufuran, keuntungan dan kerugian, dengan keputusan dan kehendak-Nya. Yang Maha Pengasih, Mahalembut, Mahamulia, Mahasabar, Mahasantun, Maha Mencinta, Maha Pengampun, Maha Pemaaf, dan Mahamulia. Rahmat dan kelembutan-Nya adalah kehendak-Nya untuk memberikan kebaikan, kenikmatan, dan kemurahan. Cinta dan kasih sayangNya adalah kehendak-Nya untukmendekatkan dan memuliakan. Ampunan-Nya adalah kehendak-Nya untukmenutupi kesalahan. Maaf-Nya adalah kehendak-Nya untuk menghapus dampak keburukan. Kesabaran dan santunan-Nya adalah kehendak-Nya untuk menghentikan siksa. Keindahan dan kebaikan-Nya adalah kehendak-Nya untuk menebarkan kasih sayang. Bahasa kasih sayang- Nya tidak menyerupai bahasa makhluk ciptaan- Nya. Al-Quran adalah perkataan-Nya yang kekal dan bukan bahasa yang diciptakan (makhluq) karena bahasa makhluk akan hilang dengan bergantinya waktu. Keagungannya selalu dipelihara dan Dialah Allah, dengan sifat-sifat ketuhanan yang puma (kamaliyyah). Dialah yang wajib disembah; Yang pemula dan azali (tanpa permulaan); Yang utama tanpa bantuan siapa pun; Yang kekal dan abadi tanpa batas akhir; Yang memiJiki keutamaan berupa ampunan, kebaikan, kecukupan, dan perlindungan terhadap makhluk-Nya; Raja Yang Mahakuasa atas keberadaan semua makhluk; Penguasa Yang Milhabebas dalam melaksanakan segala urusan dengan diiringi hikmah; Yang Mahasuci dan Maha Menciptakan dari yang tiada; Yang Mahasuci-terpuji dan selalu dipuji hamba-hamba-Nya dengan berbagai bahasa; Maha Penyelamat manusia yang bertobat; Yang lebih mengutamakan keselamatan orang-orang beriman yang mengerjakan amal saleh. Tempat bergantung bagi orang-orang yang tidak menyerupakan-Nya dengan sesuatu apa pun. Allah Ta'ala Mahakaya dari perubahan dan intervensi apapun karena tidak terhimpun oleh apa pun. Dia Mahakuasa dan Maha Pengatur, yang menguasai langit dan bumi. Yang Maha Esa dan tiada tandingan dalam kerajaan dan perbuatan-Nya. Yang Mahasatu dan tiada yang sebanding dalam Sifat-Sifat-Nya yang sempurna. Mahatunggal yang tiada menyamai dalam keagungan-Nya. Mahamulia yang selalu dipuji karena kesempurnaan Sifat-Sifat-Nya. Maha hidup yang senantiasa hidup. Maha Mengetahui yang tidak membutuhkan sarana apa pun untuk membuktikan ilmu-Nya yang kekal (qadfm). Maha Mengetahui isi hati orang beriman yang membenarkan eksistensi Zat-Nya dengan pengetahuannya. Maha Pemelihara yang dapat diketahui Wujud-Nya melalui bukti-bukti keesaan-Nya. Maha Mengetahui kejujuran orang-orang yangjujur (shiddiqun). Allah SWT dapat menyaksikan apa pun yang tersembunyi dalam lipatan langit dan bumi, karena ilmu dan penglihatan-Nya. Allah Maha Pembuat, Maha Pembentuk, Maha Pemula, Maha Menjadikan, Maha Pemberi, Mahautama, dan Mahaindah. Maha Memberikan anugerah tanpa bertanya terlebih dahulu; Maha Pemberi rezeki tanpa usaha; Maha Pembuka yang memberi kemudahan untuk memecahkan berbagai kesulitan. Maha Membuka hati kaum Mukmin dengan hikmah-Nya. Maha Menyempitkan dada dan Maha Meluaskannya. Maha Mencabut nyawa ketika ajal telah menjemput. Maha Mengembalikan nyawa ketika dibangkitkan untuk perhitungan amal. Maha Melapangkan rezeki dan menyempitkannya dengan adil. Maha Meluaskan nikmat dan keutamaan. Maha Menyempitkan jiwa dengan kebimbangan dan kedukaan. Maha Meluaskannya dengan kegembiraan dan kesenangan. Maha Meninggikan kemampuan orang yang dikehendaki-Nya dengan kemuliaan. Maha Merendahkan orang yang dikehendaki-Nya dengan kehinaan dan dendam. Dia mengangkat kebenaran dengan argumentasi yang benar dan merendahkan kebatilan dengan argumentasi yang tepat. Allah SWT Maha Menjaga orang-orang yang dikasihi-Nya (auliya'). Dia tidak pernah berkhianat dan ingkar janji kepada kekasih-kekasih-Nya. Sebaliknya, Dia Maha Merendahkan musuh-musuh kekasih-Nya dengan menjauhkan, mencegah, mengusir, dan menolaknya. Semua hukum yang diberlakukan-Nya sangatlah adil. Dia Maha lembut terhadap semua hamba-Nya. Cinta-Nya amatlah sempuma kepada orang-orang yang dikasihiNya. Maha Mengabulkan doa orang yang teraniaya jika ia bermohon kepada-Nya. Yang mengutus para rasul dan membangkitkan orang mati. Yang Maha Mewakilkan dan Mahakuasa untuk memerintahkan semua hamba kembali kepada-Nya dalam berbagai urusan penting. Maha Pengasih dan Maha Penolong orang-orang yang dikasihi-Nya. Yang Maha Pemula dan menjadi tempat kembali. Yang Maha Menghidupkan orang-orang yang mati. Maha Penerima tobat hamba-hamba-Nya yang kembali dari tempat maksiatnya pada hamparan permadani kedekatan pada-Nya. Yang Mahaseimbang dan Mahaadil dalam keputusan-keputusanNya. Yang Maha Menuntut orang yang maksiat dan mengingkari-Nya. Yang Maha Memberi petunjuk kepada orang-orang yang mau mendekatkan diri kepada-Nya. Allah Azza wa ta`alIa menyatukan orang Mukmin dan seluruh hamba- Nya dengan cahaya pencerahan untuk lebih mengenal dan memperoleh petunjuk-Nya. Dia menerangi hati orangorang beriman dengan cahaya kasih sayang-Nya. Dia Memberi petunjuk kepada orang-orang yang mau menerima petunjuk - Nya. Dia Mahakaya dan mencukupi kebutuhan hidup orang yang dikehendaki-Nya. Dia menjadi perisai kaum Mukmin ketika menghadapi musibah; menjadi penjaga dan pelindung yang menghalangi bencana yang menyerang hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. Dia menyembuhkan berbagai penyakit yang bersarang di tubuh manusia, tanpa diketahui. Dia menyehatkan dan memperbaiki bagian-bagian tubuh yang rusak. Dia memuliakan siapa pun yang memuliakan-Nya dan menghinakan siapa pun yang meremehkan-Nya.
Posted at 01:37 am by naya_cute
Permalink
|
|

naya_cuteOctober 12th 1982 (Age 29) Female Indonesia ...Belajar berkata-kata...
...Berusaha mencari makna...
...Semoga berguna...

Narrated Abu Huraira: Allah's Apostle said, "The Jews and the Christians do not dye (their grey hair), so you shall do the opposite of what they do (i.e. dye your grey hair and beards)."Volume: 4, Book Number: 56, Hadith Number: 668

|
|